Pemulihan Orang Dengan Skizofrenia (ODS)

images

Pemulihan Orang Dengan Skizofrenia (ODS)

Skizofrenia adalah salah satu bentuk gangguan jiwa yang cukup berat. Dikatakan berat karena kelainan yang terjadi di otak bersifat khronis. Adalah Emil Kraepellin, seorang psikiater Jerman yang pertama kali menyatakan kondisi klinis ini sebagai suatu penyakit. Dia menyebutnya Dementia Praecox karena terjadi nya kemunduran mental di  usia dini yang mirip orang pikun ketika lansia. Sedangkan Eugen Bleuler lah kemudian yang memperkenalkan istilah Skizofrenia untuk kondisi ini.

Skizofrenia, disebut demikian karena penyakit ini menunjukkan gejala terbelahnya(skizo) kepribadian/jiwa(frenia). Terjadi ketidak harmonisan ketiga komponen mental – pikiran, perasaan dan perilaku – seseorang. Bisa saja terjadi suasana yang seharusnya dipersepsi  sebagai suatu kesedihan misalnya meninggalnya orang tua, tetapi ODS menunjukkan perasaan dan perilaku gembira. Atau bisa juga tidak memperlihatkan suasana emosi sama sekali. Skizofrenia sebagai suatu gangguan jiwa merupakan kumpulan gejala/sindroma yang meliputi keseluruhan aspek jiwa, pikiran, perasaan dan perilaku. Pikirannya kacau/disorganized tercermin dari cara bicara yang ngelantur, kadangkala disertai waham curiga atau kebesaran. Bentuk pikirannya autistik, dimana seakan-akan dia hidup dalam dunianya sendiri, tidak ada kontak dengan dunia luar/nyata. Alam perasaannya datar/tumpul atau tidak serasi dengan suasana lingkungannya berada. Tingkah lakunya aneh/bizarre yang sesuai dengan pikirannya yang aneh juga. Berdasrkan variasi gejala yang beragam maka Skizofrenia dikelompokkan kedalam beberapa tipe seperti Skizofrenia Hebefrenia, Skizofrenia Katatonik, Skizofrenia Paranoid, Skizofrenia Simplex dan Skizofrenia Tak Tergolongkan. Tetapi sejak diterbitkannya DSM-5 (Diagnostic and Statistical Manual ed.5) oleh American Psychiatric Association 2013, Skizofrenia tidak lagi dikelompokkan kedalam beberapa sub kelompok tertentu itu. Skizofrenia merupakan suatu spektrum gangguan jiwa dibedakan hanya berdasarkan berat ringannya gejala saja. Gejalanya meliputi 5 domain/ranah; waham, halusinasi, disorganisasi proses berpikir, perilaku motorik abnorma(termasuk katatonia) dan gejala-gejala negatif. Sehingga Skizofrenia dibedakan sesuai berat ringannya gejala psikotik di 5 ranah gejala tersebut.

Dengan ditemukannya obat-obatan yang dapat meringankan gejala psikotik Skizofrenia tahun 50an, sikap pesimistik terhadap kesembuhan gangguan jiwa ini mulai berubah menjadi optimistik. Ditambah lagi dengan penemuan obat-obat baru antipsikotik atipikal serta teknik-teknik rehabilitasi psikososial tingkat pemulihan pasien Skizofrenia semakin membaik. Belum lagi pengalaman para profesional yang pernah mengalami dan diobati untuk gangguan Skizofrenia merubah paradigma terhadap hasil terapi Skizofrenia. Paradigma baru ini menekankan sifat kronis dari gangguan Skizofrenia yang sama dengan paradigma terapi penyakit kronis lainnya seperti Diabetes Mellitus, Hipertensi, Asthma dll. Semua penyakit kronis ini bersifat dapat dikendalikan/managable, bukan disembuhkan/curable. Upaya pengendalian penyakit ini meletakkan pasien itu sendiri sebagai titik sentral, pasien sebagai agen pemulihan/agent of recovery bukan terapisnya. Karena itu tiga hal yang perlu mendapat perhatian yakni pilihan pasien(patient choice), kekuatan(strength) dan pemberdayaan( empowerment). Dan pendekatan pemulihan/recovery tidak hanya menghilangkan gejala klinis tetapi juga harus memperhatikan fungsi psikososialnya.

SAMHSA (Substance Abuse and Mental Health Servises Administration) suatu divisi US Department of Health and Human Services (Kemenkes Amerika) telah merumuskan definisi pemulihan/Recovery pada tahun 2004 sebagai berikut; Pemulihan Gangguan Mental merupakan perjalanan panjang penyembuhan dan transformasi yang memampukan pasien dengan masalah kesehatan mental untuk hidup bermakna dalam masyarakat  yang dipilihnya sambil berusaha untuk mencapai puncak potensi yang dimilikinya. Ada 10 Komponen dasar pemulihan/Recovery sebagai hasil konsensus ini;

  1. Keinginan sendiri/Self-directed
  2. Bersifat individual dan unik
  3. Pemberdayaan/empowerment
  4. Holistik
  5. Nonlinear
  6. Berbasis kekuatan/Strength based
  7. Peer support/Dukungan sesama
  8. Respect/Penghargaan
  9. Responsibility
  10. Harapan/Hope
No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.