Program Detoksifikasi Pecandu Narkoba Klinik Utama Medika Antapani

klinik-utama-medika

Program Detoksifikasi Pecandu Narkoba Klinik Utama Medika Antapani

Sejak Juni 2013, Klinik Utama Medika Antapani ditunjuk oleh BNN melalui MoU sebagai Klinik milik masyarakat untuk menyelenggarakan Program Detoksifikasi Pecandu Narkoba. Klinik ini merupakan salah satu klinik milik masyarakat yang dipercaya BNN untuk berpartisipasi.

Kerjasama ini adalah upaya BNN untuk mencapai indikator Indonesia Bebas Narkoba 2015, dimana tempat rehabilitasi/pemulihan pecandu Narkoba harus tersedia meningkat 10% setiap tahunnya dan mudah dijangkau pecandu( available and accessible ).

Indikator lainnya yang harus dicapai BNN adalah meningkatnya jumlah pecandu Narkoba yang mengikuti program terapi( completion of treatment ). Data BNN 2011 menunjukkan rendahnya jumlah pecandu yang mengikuti program terapi yaitu sebesar 5%. Banyak faktor yang menyebabkan hal ini. Antara lain adalah stigma buruk bagi pecandu hingga mahalnya biaya terapi dan rehabilitasi. Melalui Klinik milik masyarakat ini, pecandu tidak dikenai biaya samasekali, termasuk obat-obatan dan test urine. Semua biaya yang timbul ditanggung oleh BNN, dalam hal ini Deputi Rehabilitasi. Sehingga diharapkan jumlah pecandu yang berobat meningkat dan secara tidak langsung dapat menekan narkoba yang beredar (supply reduction).

Program Detoksifikasi yang dilaksanakan meliputi detoksifikasi rawat inap selama 7 (tujuh ) hari, diikuti dengan konsultasi individu secara rawat jalan sebanyak 8 (delapan) kali dan terapi kelompok sebanyak 4 (empat ) kali.

Setelah detoksifikasi apabila pasien mau melanjutkan ke program rehabilitasi, maka pasien dapat dirujuk. Sehingga program detoksifikasi ini sesungguhnya merupakan mata rantai dari suatu rawatan berkesinambungan (continuum of care ) yang diawali dengan upaya penjangkauan pecandu(outreach).

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.