Fasilitas Lansia Kurang (Berita Harian Kompas, 5 Agustus 2013)

Fasilitas Lansia Kurang (Berita Harian Kompas, 5 Agustus 2013)

UU No.13/1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia mendefinisikan orang lansia sebagai orang berusia diatas 60 tahun. Sensus penduduk 2010, ada 18,04 juta lansia (7,6% total penduduk). Proyeksi Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA), jumlah orang lansia di Indonesia akan mencapai 80 juta orang (25%) pada tahun 2050. Kementerian Kesehatan memperkirakan hanya 1,8 % orang lansia sehat, sehingga sedikitnya ada 17,7 juta yang butuh layanan kesehatan.
Riset Kesehatan Dasar 2007, lebih dari 50% orang berusia diatas 55 tahun mengalami disabilitas.
Masalah utama orang lansia adalah gangguan penglihatan dan pendengaran, serta penurunan kemampuan berjalan. Masalah utama lain adalah katarak, penyakit sendi dan tulang, penyakit gigi mulut, stroke, hipertensi. Data Kementerian Kesehatan, sampai Juni 2013, baru ada 528 Puskesmas santun lansia di 231 Kabupaten/Kota di Indonesia. Selain Puskesmas, layanan kesehatan juga dilakukan melalui posyandu orang lansia yang kini berjumlah 69.500 unit. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dien Emawati mengatakan posyandu orang lansia berperan penting menjaga kesehatan mereka. “Posyandu lansia diisi senam, pemeriksaan kesehatan, penyuluhan kesehatan, dan permainan”, ujarnya. Hingga Juni 2013 1.512 posyandu orang lansia di Jakarta. Namun implementasi posyandu orang lansia belum maksimal.
Catatan; Berita Harian Kompas diatas tidak menyebut sama sekali masalah menurunnya daya ingat, pada hal dalam praktek sehari-hari di klinik, masalah ini yang sering menjadi keluhan.

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.