7 alasan mengapa RS Jiwa tempat yang tepat untuk terapi dan rehabilitasi pecandu narkoba

7 alasan mengapa RS Jiwa tempat yang tepat untuk terapi dan rehabilitasi pecandu narkoba

Ada mitos di masyarakat bahwa keluarga pecandu narkoba malu kalau anaknya berobat di RS Jiwa. Dengan pengalaman saya membuat tempat rehabilitasi di RS Jiwa Pontianak (Wisma Sirih) tahun 2000 dan di RS Jiwa Prov.Jawa Barat (Rumah Palma) tahun 2005,ternyata mitos itu tidak benar sama sekali, karena hingga saat ini, orang tua bersedia mengirim anaknya untuk di terapi dan rehabilitasi di RS Jiwa.
Berdasarkan pengalaman itu, bukan RS Jiwa nya yang menjadi masalah, tetapi layanan yang diberikan bagi pecandu dan keluarganya yang terpenting. Sangat disayangkan masih ada profesional yang membenarkan mitos itu. Kalaupun ada – sekali lagi – kalaupun ada mitos sedemikian, sudah sewajarnya menjadi tanggung jawab seorang profesional untuk mematahkan mitos itu yang merupakan stigma di masyarakat. Jangan malah yang terjadi ibarat kata pepatah “muka buruk, cermin dibelah”. Pelayanan kita yang kurang baik, sehingga orang tidak datang, yang disalahkan malah keluarga pecandu atau masyarakat.
7 alasan RS Jiwa tempat yang tepat untuk terapi dan rehabilitasi pecandu ;
1. Adiksi narkoba adalah penyakit (tercantum dalam DSM-IV TR, ICD-10 dan PPDGJ III)
2. Tersedia semua profesional yang dibutuhkan; dokter, psikiater, psikolog, perawat, sosial worker, recovering addict
3. Tersedia sarana/prasarana; Akomodasi, Laboratorium, Radiologi, Fisioterapi, Dental unit dll.
4. Kasus kecanduan narkoba saat ini sering disertai masalah gangguan jiwa, sehingga disebut Gangguan Ko-okuring/Dual
diagnosis.
5. RS Jiwa ada di semua ibukota Provinsi di Indonesia, kecuali Provinsi baru.
6. Adalah sangat mahal kalau dibuat suatu Lembaga baru di setiap provinsi untuk terapi dan rehabilitasi pecandu
7. Dengan dirawatnya pecandu di RS Jiwa sekaligus mengurangi stigma bahwa RS Jiwa adalah tempat untuk orang “gila”

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.