Pecandu narkoba pun, ada stadiumnya !

Pecandu narkoba pun, ada stadiumnya !

Berdasarkan ada tidaknya motivasi internal untuk berubah pada seorang pecandu, Di Clementi & Prochaska,mengemukakan 5 stadium dimana seseorang pecandu bisa digolongkan. Ada pecandu yang berada pada stadium pra perenungan/”precomtemplation”, dimana kemauan untuk berubah hampir tidak ada sama sekali, bahkan merasa tidak punya masalah sekalipun sudah di PHK, atau dikeluarkan dari sekolah, diputus pacar, bahkan sudah mulai sakit sakitan. Yang punya masalah menurut mereka adalah orang-orang disekitarnya, orang tua, pacar, isteri dll yang dianggapnya menyebabkan dia menjadi seorang pecandu. Bahkan ada yang sampai menyalahkan Tuhan, kenapa nasibnya demikian buruk dan susah akibat kecanduan narkoba.

Karena di alam ini tidak ada yang abadi, demikian pula kondisi para pecandu. Pecandu pun berubah. Dia bisa naik ke stadium ke-2 yaitu stadium perenungan/”contemplation” ketika pecandu mulai merasa dia memiliki masalah, dan berpikir untuk berubah. Walaupun kadang-kadang hilang lagi kemauan itu karena masih ragu antara berubah atau tidak. Dia masih ambivalen penuh keraguan. Berubah gak yaa…fifty-fifty kalau pakai istilah komentator bola di televisi.

Selanjutnya bergerak ke  stadium ke-3 ketika pecandu mulai siap-siap mau berubah, stadium persiapan/”preparation” namanya. Mereka mulai bertanya bagaimana caranya berubah, dan siapa yang dapat membantu dan dimana bisa dilakukan. Artinya selangkah lebih maju, “timbangan” berubah tidaknya sudah condong kearah berubah.

Selanjutnya bisa ditebak akhirnya pecandu memutuskan untuk berbuat sesuatu untuk berubah sehingga dia dapat disebut berada pada stadium ke-4, bertindak/”action” menjalani program pemulihan. Cepat lambatnya perubahan yang terjadi tentu tergantung banyak faktor selain cocok tidaknya program dengan kondisi kecanduannya. Tergantung pula pada lama pakai narkoba, jenis zat yang dipakai, dukungan keluarga, dll. Tetapi tidak jarang kita jumpai, dimana perubahan terjadi dengan spontan, langsung berhenti begitu saja menggunakan narkoba.

Akhirnya melalui upaya dan kerja keras selama stadium ke-4, sampailah pada kondisi pulih yang disebut juga dengan istilah “clean”, “sober” atau “recovery”. Dia tidak lagi menggunakan narkoba. Dia akhirnya memiliki kemampuan mengatasi masalahnya, dia bertumbuh menjadi manusia baru yang memiliki kemampuan untuk mempertahankan diri dari masalah kehidupan yang selama ini tidak dimilikinya. Stadium ini disebut stadium ke-5 “maintenance” atau stadium pemeliharaan dimana dia harus memelihara segala kapabilitas yang dipelajari dan telah dimilikinya selama fase “action”. Sebab kalau tidak dipelihara, dia bisa tergelincir jatuh dan kambuh lagi. Hal yang tidak diinginkan ini disebut sebagai kambuh atau “relapse”.

Perkembangan kearah berubahnya atau pulihnya seorang pecandu dari satu stadium ke stadium berikutnya inilah yang diupayakan terjadi dalam proses “Motivational Interviewing”. Perubahan yang direncanakan dan memerlukan keterampilan tertentu yang dipelajari. Suatu “interview”/wawancara yang dilakukan sedemikian rupa, sehingga menimbulkan motivasi dalam diri pecandu/internal motivation” untuk berubah.

my twitter : @bennyardjil

 


 

Tags:
No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.