Agar pecandu narkoba berubah ?…Hanya bisa menunggu ?

Agar pecandu narkoba berubah ?…Hanya bisa menunggu ?

Sering kita mendengar pendapat tidaklah mungkin seseorang merubah kebiasaan yang sudah lama mendarahdaging, ibarat benalu dan inangnya. Kebiasaan apapun. Bahkan walaupun kebiasaan tersebut berakibat buruk terhadap dirinya. Misalnya, kebiasaan merokok, kebiasaan malas olahraga, kebiasaan malas belajar disekolah, kebiasaan menggunakan narkoba dll. Berubah itu menyakitkan, “to change is pain”, demikianlah ungkapan yang sering kita dengar. Lalu dilanjutkan dengan komentar “gak mungkinlah dia berubah kalau gak ada kemauan”. Mengenai  narkoba misalnya, sering kita dengar “mana mungkin dia berhenti pakai narkoba kalau tidak ada kemauan sendiri”. “Apalagi kalau tidak ada niat”. Kesemuanya ini mengisyaratkan perlunya suatu energi yang besar dari dalam diri sendiri untuk mengatasi rasa nyeri yang akan terjadi kalau ingin berubah, menghilangkan kebiasaan buruk, dan meninggalkan zona nyaman yang telah didiami bertahun-tahun. Energi besar yang harus timbul dari dalam diri sendiri ini disebut juga dengan istilah “motivasi internal”

Kalau begitu komentarnya, apakah kita harus menunggu ? Menunggu dulu timbulnya kemauan, atau niat? Keinginan dalam dirinya untuk berubah, yang disebut sebagai “internal motivation itu”? Tentu saja tidak !. Apalagi kalau kita tahu bahwa kebiasaan buruk itu berdampak negatif, bahkan bisa fatal akibatnya. Banyak bukti, motivasi internal, yang timbul dari dalam diri sendiri sangat penting untuk menimbulkan perubahan dan mempertahankan perubahan yang telah dibangun. Mempertahankan perubahan tidak kalah pentingnya karena kebiasaan yang sudah berlangsung lama, sangat rawan untuk kambuh lagi.

Terkait pecandu narkoba sebagai contoh diatas, berbagai cara sudah dilakukan mulai dari nasehat atau petuah,menuruti kemauannya,hadiah, hingga upaya-upaya penjeraan dll. Sering kesemuanya ini kurang berhasil. Ingin merubah suatu kebiasaan buruk dengan upaya dari luar diri ini dikenal dengan istilah motivasi eksternal/ “external motivation”. Mungkin pada awalnya, motivasi eksternal ini ada hasilnya, tetapi begitu faktor luar yang menjadi pendorong ini “lesu” atau tidak ada lagi, maka motivasi pun redup sehingga perilaku lama berulang lagi.

Kembali kepada pendapat umum diatas, perlunya kemauan, atau niat dari diri sendiri sebagai energi pendorong memang ada benarnya.Sering dianggap bahwa motivasi internal itu dapat tumbuh dengan sendirinya. Karena ada beberapa  kasus, perubahan terjadi begitu saja tanpa bantuan orang lain. Anggapan itu tidak benar samasekali. Tidak boleh terjadi pembiaran, kita harus aktif. Karena sesungguhnya ada teknik atau cara-cara tertentu untuk menumbuhkan motivasi internal itu yang dapat dipelajari dan terbukti bisa berhasil merubah suatu kebiasaan. Teknik itu disebut Motivational Interviewing yang dikembangkan Miller & Rollnick dan digunakan oleh penggiat terapi dan rehabilitasi diseluruh dunia. Dalam dunia adiksi, dikenal jargon “You alone can do it, but you can’t do it alone.

my twitter : @bennyardjil

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.